Kamis, 30 Juni 2011

Maicih, di sini Menunggumu

30 Juni 2011
Pukul 22.34
Ku tulis ini saat dalam keadaan sediki ngantuk. Sedikit lelah dan InsyaAlloh swemangat masih dalam kisaran full, walau tadi sempet nge-drop.
Hari ini tadi ujian farmakologi Bu Anif,  atau orang-orang menyabutya dengan inhal?remidi atau apalah, tetapi menurutku tadi hukuman gar-gara kemaren belajarnya kurang, makanya suruh belajar dan memperdalam lagi, belum tentu kan semua dapat kesempatan ini,. Mereka mungkin saja suda lua dengan pelajaran ini, hari ini tadi, tetapi bagi kami yang ikutan ujian tadi, masih ingat tuu *bagi yang belajar lho yaa  hheheh *ngeles.com
Alhamdulillah dengan penuh perjuangan belajar yang hanya pagi tadi + pas mau bobog malemnya, tadi dengan sedikit susah payah dapat mengerjakannya sampai selesai. Tinggal tawakal gimana hasilnya, InsyaAlloh persiapan tadi sudah lumayan, menghafal, memahami, tapi mungkin memang belum maksimal. Oiyaa.. tadi ternyata soalnya 11 12 sama ujian pertama dulu *yang diikuti semuanya*.
Eniwei mau cerita juga beli keripik “maicih” (–-“ ) diajak sama mba Mega n Dilla, konon katanya keripik tersebut lagi popular-populernya di kalangan para twitter-er (eh iya ga  ta, twitter-er ??). Karena info mangkalnya penjual Maicih ini hanya  ada di twitter, n hari ini jadwalnya di Solo. N jam 12-13.00 tadi ke UNS, dekat gerbangnya hukum, belakang UNS. Hmm… ternyata oh ternya dari pengamatanku tadi tu yang beli kebanyakan orang semua *hhehe yaiyalah masak monyet*, maksudku orang berkantong semua/berduit *yaiyalah, kalo ga punya duit, beli pakai apa coba ?*. husshhh Protes aja nii !! ck..ck.
Terlihat dari penampilan mereka, dari tunggangan mereka, dari muka-muka mereka.  Yaah itu pengamatanku, dank u simpulkan = Ini makanan hanya cocok untuk orang yang Gaul dan BERUANG !!, berarti tak cocok buatku YANG GA RETI DAN GA PUNYA TWITTER, KADANG BERUANG KADANG BERKUCING *hlOooh?*ngacooo.
Bayangkan coba 1 bungkus Rp. 15.000,00, sedikit juga isinya, kalau aku masih mikir kira-kira beberapa puluh kali untuk mempergunakan uang itu untuk membeli makanan itu. *hemat Beb :D*
Tadi sempat mencicipi beberapa puluh potong “maicih”, potongan pertama aku berkata “Rasanya kok kaya sambel kacang ya Dill ?”
Potongan ke-2= “Pedesnya ga terlalu kug “
Pot. Ke-3 = *diammm*
Pot. Ke-4,5,6,7,8,…..= *Diam masih menikmati,*
Pot. Ke XX = huua pedesss banget ya masyaAlloh,,
Terbukti makan itu memang tidak cocok buatku, karena beberapa saat setelah makan itu perutku serasa panas, dan sakit.
Tadi juga di tempelkan hasil nilai dari beberapa mata kuliah dipapan tenis. Papan Tenis adalah sebutanku untuk sebuah papan pengumuman di depan prodiku tercinta yang masih unyu-unyu (baca : baru), karena bentuknya yang kotak berwarna hijau-hijau rumput seperti lapangan tenis.
Hasil tadi bukannya sombong, emang ga ada yang patut di sombongkan.
Galenika = 77;85 ** Expresiku :D
Praktikum Kimia Analisis = 70,XX * J (YANG LAINNYA BANYAKAN C)
Praktik dan teori akuntansi = C L (LAINNYA BANYAKAN B, dan A, yang C lumayanlah )
Hmmm…jujur dari hati yang paling dalam memang Alloh itu adil, ya selama ini memang belum terlalu belajar maksimal akuntansi, aku belum terlalu paham dengan bab terakhir ini _LIFO, FIFO dllll, yah itu sangat cukupp mungkin untuk nilaiku yang seperti in, aku syukuri InsyaAlloh. Mengenai yang lain Alhamdulillah banget, sangat berharap IP Ku, dapat naik dari smester kemarin.
Uda jam 23.30 aku bobok dulu,
^_^ selamat malam,
Semoga besog menjadi hari yang lebih baik dari hari ini,



Rabu, 29 Juni 2011

Apakah Obat itu ?

Apakah Obat itu ??
Nah menyinggung soal jurusanku Farmasi, pasti identik kan dengan obat-obatan, yaah emang disiplin ilmunya tentang obat. Pada post saya kali ini, akan membicarakan si kecil yang pahit itu. Sebenarnya jujur dari hati yang dalam, saya sendiri kurang suka yang namanya obat, kalau sakitpun, kalau ga kepepet banget walau udah dipaksa bapak ibu, saya ga akan minum obat. Dan dijurusanku ini saya harus mencintai obat. Krena saya yang akan membuat racikannya, kenapa harus mencintai ??
Iya kan kalau membuat tidak dengan bumbu cinta khasiatnya kurang*mulai ngaco…,sudahlah tidak usah terlalu lama,
Sebenarnya Apakah Obat itu??
…”sesuatu yang pahit, diminum kalo sakit”, jawab si A
…”Sesuatu yang menyembuhkan, dan pahit rasanya”, jawab si b
..”semua yang dijual di apotek “, jawab si c
Itu beberapa pendapat yang mungkin sudah mewakili pendapat dari beberapa orang, dan tidak salah. Definisi obat ialah suatu zat yang digunakan untuk diagnose, pengobatan, melunakkan, penyembuhan atau pencegahan penyakit pada manusia atau pada hewan (Anief, 1995)
Meskipun obat dapat menyembuhkan tapi toh banyak kejadian bahwa seseorang menderita sakit karena obat. Lho terus gimana, minum obat yang seharusnya sembuh, malah sakit, gimana to ? . Nah.. oleh karena itu dapat digunakan bahwa obat dapat bersifat sebagai obat yang menyembuhkan dan juga dapat bersifat sebagai racun. Obat itu akan bersifat sebagai obat apabila tepat digunakan dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waku yang tepat. Jadi nih bila digunakan salah dalam penobatan atau dengan kelewat dosis akan menimbulkan keracunan. Bila dosisnya  lebih kecil kita tidak akan memperoleh kesembuhan. Jadi jangan macam-macam mengunakan obat baca aturan pakai dengan jelas, juga dipastikan apakah sakit yang kita derita sesuai dengan indikasi obat yang akan kita minum. Lebih amannya lagi kita minta resep obatnya dari dokter, InsyaAlloh juga obat yang akan kita konsumsi lebih tepat guna.
Obat-obat modern adalah begitu efektif dalam penyembuhan dan data disamakan atau dianalogikan dengan pisau bedah yang apabila diunakan oleh ahli bedah akan dapat menghilankan bagian tubuh yang sakit tapi apabila bukan ahli bedah yang menggunakannya akan membunuh si sakit. Begitu pula dengan obat, apabila digunakan tidak menurut aturan yang telah ditentukan oleh ahlinya (apoteker/Dokter) justru akan dapat merugikan pemakainya. Oleh karena itu dalam mengunakan obat perlu diketahui efek obat tersebut, penyakit apa yang diderita, berapa dosisnya, serta kapan dan bagaimana obat itu digunakan. Batas jarak obat dan racun adalah pendek. Hal ini tergantung dari cara dan dosis. Yang mengherankan bahwa aksi obat pada badan adalah berbeda.  Kita akan membahas di post saya selanjutnya ^_^,

AKU kembali, hohohoho


Sahabat, Alhamdulillah saat ini saya sudah semester 2 n mau beranjak ke semester  3, dan di bulan juni kalau saya bilang ini bulan penhabisan, kenapa ? karena bulan ini  akhir-akhir semester, tentu banyak pula ujian-ujian,. Eniweu, di jurusanku emang ga ada semesterannya sob, jadi Cuma Ujian Kompetensi Dasar begitu, aya senang dengan system ini, ^_^ di fakultas saya, yang masih menerapkan UAS ( Ujian Akhir Semester ) Cuma anak KIMIA saja,
Oh iyaa kenalan dulu, yang sudah lama banget mungkin saya ga update blog ini, semuga ga jadi blogger yang murtad yaa, padahal baru awal jadi blogger, uda jarang bikin post –“ , saya Nofi Tri Juni Awanti, ^_^. Biasa dipanggil Nopi, Nonop, Nofi, atau lainnya boleh yang penting masih enek di dengar oleh telinga. Sekarang lagi menjalani study di kampus hijau tercinta di kota Surakarta Hadiningrat,..Hyaaaa benar sekali Sob, Unifersitas Sebelas Maret jurusan D3 Farmasi, fakultas MIPA. Jangan dikira saya minder kuliah di program Diploma 3, ohh… tidaaak. Saya bangga kog Alhamdulillah, 3 tahun lulus, kerja n kuliah lagi InsyaAlloh, n_n, impiannya di UI lanjutinnya, tetapii.. kadang saya berfikir, SANGGUPKAH SAYAAA?? n berkali-kali pula saya berbicara pada diriku sendiri, InyaAlloh sanggup karena  itu kehendak Alloh, kita hanya dapat berusaha, berdoa, dan tetap SWEMANGATTT , Alloh yang menentukan, yakan ??!!!!. Jalani saja sebaik-baiknya untuk hari ini, kita tidak tahu apa yang terjaadi besok :’)
Bdw denger-denger sekarang mau ada S1 Farmasi di UNS, semuga saja terealisasi. Kemaren saya baca dari Facebooknya Bapak Wisnu, proposalnya sudah disetujui n mungkin masih melaui serangkaian proses yang panjang. Kita tunggu saja..
Back to blog, sobat, doakan saya semuga bias aktiv eksis nulis di blog ini lagi…agar blog jadi lebih berwarna ga kosong mompong,
Kepengen banget saya dapat share berbagai hal yang bermanfaat (semoga saja), dan share corat-coretku (semoga bukan nyampah). Okayyy, ini  post pertama saya di bulan ini, kita tunggu juga apakah akan ada post-post lain di blog yang sekian lama tak terawatt ini.








Jumat, 17 Juni 2011

Hari Jadiku, 19 Tahun

17 Juni 2011

Happy birthday to you.......
Happy birthday to you.....
  *nyanyi sendiri

tepat 19 tahun ku menjejakkan kaki di dunia ini, umuryang menurutku uda ga ABG lagi, sudah beranjak dewasa, dan suah cukup matang seharusnya dalam berfikir.
Banyak ucapan baik lewat jejaring facebook, maupun via sms. Cukup terharu juga cukup banyak pula yang masih peduli denganku,hhehe...
Sebenarnya apa siih makna Ulang ahun menurutku??
Ok..kita simak,cekidot

jujur menghadapi hari ini aku deg-degan sangat , kenapa? Aku sendiri kurang faham. Nerveus Aku ingin kilas balik sejenak dahulu., mungkin beberapa tahun terakhir di saat ulang tahun identik denan kado, makan=makan, dan sebaginya...
yaah wjar aja mungkin menuruku,




Aneh, aku saat ini, sekarang ini, lagi dan sangat mengharpkan ucapan dari seseorang yang hanya pernah ku temui sekali saja, tapi sungguh pertemuan sekali itu sangat membekas dan sampai sekarang masih tertinggal . Hufff aku sungguh tau teorinya tentang semua ini , hati kecilku menolak untuk mengingat semuanya ,,,
Aku ga tahu kenapa bisa menjadi seperti inidari sebuah pengacakan nomor yang sangat ga senaja, dari sebuah perkenalan yang mengaku sebagai Makhluk Mars dan makhluk bumi, dan akhirnya terjadilah obrolan standar via sms, hinga akhirnya mersa nyambung dan terus berlanjut sms, telepon , setiap hari seperi itu hinga sebulan, dua bulan, tiga bulan,dan seterusnya, bertukar foto, via surat, aku sangat menikmatinya, Lama kelamaan menjadi tergantung, hingga sehari tidak sms saja cemasnya sudsah seperti kehilangan sesuatu.

Dunia khayal itulah sisi negativ dari perkenalanku dengannya, yaah aku menjadi lebih sering berkhayal
. Bagaimana tidak, beremu saja dulu belum pernah , dan yaah apapun aku kan bercerita dengannya, masalah ini masalah itu, semua, semuanya...
Dan dia juga akan menanggapi setiap celotehku, sungguh ku ulang lagi, dulu aku sangat amat menikmatinya. Seminggu sekali setidaknya kita bertelepon ria sejam dua jam sampai hp panas, telinga pun ikut panas, sampai-sampai kuharus telepon diam-diam biar ga kedengeran orang rumah *saattelepon tertawa2 sendiri, ga jelas...,* bercerita apapun, masalah sekolah,keluarga dan yaaah politik bisa saja kita bicarakan dan ku tegaskan sekali lagi, aku sangat menikmatinya..
Kita sangat nyambung menurutku, mungkin rasa sungkaan sudah hilang kita sangat terbuka satu sama lain, masalah apapun..

Secara tidak langsung itu berefek buruk terhadap aku, terhadap dia juga. ....
Menangis, tertawa, cemas,sedih, senang seakan sudah menjadi satu dengannya, dia sedih, aku sedih, senang ikutan senang..
Dan membuat ruinitas seakan diatur oleh mood kita.
 Kita tinggalkan seputar dia. hmm...
Eniwei apa saja harapanku di umur 19tahun ini ??
simple aja kug, aku ingin menjadi lebih bermanfaat saja bagi orang-orang sekitarku minimal dengan segala kekurangan dan sedikit kelebihanku, aku mau di manfaatkan oleh orang lain*yang penting tidak mengekploitasi,hhe, n jika aku bisa dan kegiatannya positiv, mengapa tidak>>
pokoknya aku pingin hidup yang bermakna, memaksimalkan hari ini dengan baik, agar tidak  jadi orang yang merugi ^_^
Amin ya Robbal'alamin, doain nggeh,
Oh iya terimakasie sekali bingkisan dari teman-teman sangat bermanfaat InsyaAlloh,
buku "Kado Cinta Untuk Muslimah"
Rok yang unyu-unyu
dan jilbab yang cantik...
terimakasiih semua, jazakillah ^_^ :')

Jumat, 29 April 2011

Sebaik-baiknya manusia ,seperti apa yaa??

Sebaik-baik Manusia K.H. Abdullah Gymnastiar Sungguh beruntung bagi siapapun yg dikaruniai Allah kepekaan utk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yg diperlihatkan Allah kepadanya. Beruntung pula orang yg dititipi Allah aneka potensi kelebihan oleh-Nya dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkan utk sebanyak-banyak umat manusia.

Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana diri punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda “Sebaik-baik manusia diantaramu adl yg paling banyak manfaat bagi orang lain” {H.R. Bukhari}.
Seakan hadis ini mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauhmana derajat kemuliaan akhlak kita maka ukurlah sejauhmana nilai manfaat diri ini? Kalau menurut Emha Ainun Nadjib harus tanyakan pada diri ini apakah kita ini manusia wajib sunat mubah makhruh atau malah manusia haram? Apa itu manusia wajib? Manusia wajib ditandai jikalau ada sangat dirindukan sangat bermanfaat bahkan perilaku membuat hati orang disekitar tercuri. Tanda-tanda yg nampak dari seorang ‘manusia wajib’ diantara dia seorang pemalu yg jarang mengganggu orang lain sehingga orang lain merasa aman darinya. Perilaku keseharian lbh banyak kebaikannya. Ucapan senantiasa terpelihara ia hemat betul kata-kata sehingga lbh banyak berbuat daripada hanya berbicara.
Sedikit kesalahan tak suka mencampuri yg bukan urusan dan sangat ni’mat kalau ia berbuat kebaikan. Hari-hari tak lepas dari menjaga silaturahmi sikap penuh wibawa penyabar selalu berterima kasih penyantun lemah lembut bisa menahan dan mengendalikan diri serta penuh kasihsayang.
Sama sekali bukan kebiasaan bagi yg akhlak baik perilaku melaknat memaki-maki memfitnah menggunjing bersikap tergesa-gesa dengki bakhil ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah cerah ramah tamah mencintai krn Allah membenci krn Allah dan marah pun krn Allah SWT subhanallah demikian indah hidupnya.
Karena siapapun di dekat pastilah akan tercuri hatinya. Kata-kata akan senantiasa terngiang-ngiang. Keramahan pun benar-benar menjadi penyejuk bagi hati yg sedang membara. Jikalau saja orang berakhlak mulia ini tak ada maka siapapun akan merasa kehilangan akan terasa ada sesuatu yg kosong di rongga kalbu ini. Orang yg wajib ada pasti penuh manfaat dan kalau tak ada siapapun akan merasa kehilangan. Begitulah kurang lbh perwujudan akhlak yg baik dan ternyata ia hanya akan lahir dari semburat kepribadian yg baik pula.
Kalau orang yg sunah keberadaan bermanfaat tapi kalaupun tak ada tak tercuri hati kita. Tidak ada rongga kosong akibat rasa kehilangan. Hal ini terjadi mungkin karena kedalaman dan ketulusan amal belum dari lubuk hati yg paling dalam. Karena hati akan tersentuh oleh hati lagi. Seperti hal kalau kita berjumpa dengan orang yg berhati tulus perilaku benar-benar akan meresap masuk ke rongga kalbu siapapun.

Sedangkan orang yang mubah ada dan tak ada tak berpengaruh. Di kantor kerja atau bolos sama saja. Seorang pemuda yg ketika ada di rumah keadaan menjadi berantakan dan kalau tak adapun tetap berantakan. Inilah pemuda yg mubah. Ada dan tiada tak membawa manfaat dan tak juga membawa mudharat.
Adapun orang yg makruh keberadaan justru membawa mudharat dan kalau dia tak ada tak berpengaruh. Arti kalau dia datang ke suatu tempat maka orang merasa bosan atau tak senang. Misal ada seorang ayah sebelum pulang dari kantor suasana rumah sangat tenang tetapi seketika klakson dibunyikan tanda bahwa ayah sudah datang anak-anak malah lari ke tetangga ibu cemas dan pembantu pun sangat gelisah. Inilah seorang ayah yg keberadaan menimbulkan masalah. Seorang anak yg makruh kalau pulang sekolah justru masalah pada bermunculan dan kalau tak pulang suasana malah menjadi aman tentram. Ibu yg makruh diharapkan anak-anak utk segera pergi arisan daripada ada di rumah. Sedangkan karyawan yang makruh kehadiran di tempat kerja hanya melakukan hal yg sia-sia daripada bersungguh-sungguh menunaikan tugas kerja.
Lain lagi dgn orang bertipe haram keberadaan malah dianggap menjadi musibah sedangkan ketiadaan justru disyukuri. Jikasaja dia pergi ngantor justru perlengkapan kantor pada hilang maka ketika orang ini dipecat semua karyawan yg ada malah mensyukurinya. Masya Allah tak ada salah kita merenung sejenak tanyakan pada diri ini apakah kita ini anak yang menguntungkan orang tua atau malah hanya jadi benalu saja? Masyarakat merasa mendapat manfaat tak dgn kehadiran kita? Ada kita di masyarakat sebagai manusia apa wajib sunah mubah makhruh atau haram? Kenapa tiap kita masuk ruangan teman-teman malah pada menjauhi apakah krn perilaku sombong kita? Kepada ibu-ibu hendak tanyakan pada diri masing-masing apakah anak-anak kita sudah merasa bangga punya ibu seperti kita? Pu manfaat tak kita ini? Bagi ayah cobalah mengukur diri saya ini seorang ayah atau seorang gladiator? Saya ini seorang pejabat atau seorang penjahat? Kepada para mubaligh harus berta nih benarkah kita menyampaikan kebenaran atau hanya mencari penghargaan dan popularitas saja? Nampak saat bercermin seyogya tak hanya memperhatikan wajah saja tapi pandanglah akhlak dan perbuatan yg telah kita lakukan. Sayang jarang orang berani jujur dgn tak membohongi diri sering malah merasa pinter padahal bodoh merasa kaya padahal miskin merasa terhormat padahal hina. Padahal utk berakhlak baik kepada manusia awal dgn berlaku jujur kepada diri sendiri.
Kalaupun mendapati orang tua kita berakhlak buruk. Sadarilah bahwa darah daging melekat pada diri kita karena kita harus berada di barisan paling depan utk membela demi keselamatan dunia dan akhiratnya. Bagi orang tua yg belum Islam kewajiban seorang anaklah yg bertanggung jawab mengikhtiarkan jalan hidayah. Apabila orang tua berlumur dosa dan belum mau melakukan shalat maka seorang anaklah yg berada pada barisan pertama membantu orang tua kita menjadi seorang ahli ibadah dan ahli taubat. Ingatlah walau bagaimanapun kita punya hutang budi pada orang tua kita. Keburukan yg ada pada mereka jangan menjadikan kebencian jangan pula menyalahkan dan menyesali diri “kenapa saya lahir dari orang tua yg sudah cerai?” misalnya. Atau adapula anak yg sibuk menyalahkan diri krn tak pernah tahu keberadaan orang tuanya. Sama sekali tak akan menyelesaikan masalah jika hanya menyalahkan keadaan. Lebih baik kita tanyakan pada diri ini apakah sudah punya manfaat tak kita ini? Makin banyak manfaat yg kita lakukan dgn ikhlas insya Allah itulah rizki kita.

Begitu pula terhadap lingkungan kita harus punya akhlak tersendiri. Seperti pada binatang kalau tak perlu tak usah kita menyakitinya. Ada riwayat seorang ibu ahli ibadah tapi Allah malah mencap sebagai ahli neraka. Mengapa? Ternyata krn si ibu ahli ibadah ini pernah mengurung kucing dalam sebuah tempat sehingga si kucing tak mendapatkan jalan keluar utk mencari makan padahal oleh si ibu tak pula diberi makan sampai akhir kucing itu mati. Karena walau si ibu ini ahli ibadah tapi Allah melaknat krn akhlak pada makhluk jelek.
Kadang aneh kita ini ketika duduk di taman nan hijau entah sadar atau tak kita cabuti rumput atau daun-daunan yg ada tanpa alasan yg jelas. Padahal rumput daun dan tumbuh-tumbuhan yg ada di alam semesta ini semua sedang bertasbih kepada-Nya. Yang paling baik adl jangan sampai ada makhluk apapun di lingkungan kita yg tersakiti. Termasuk ketika menyiram atau memetik bunga tanaman atau tumbuhan lain hendaklah dgn hati-hati krn tanaman juga mengerti apa yg dilakukan kita kepadanya. Dikisahkan ketika Nabi SAW pindah mimbar yg asal menyandar pada sebuah pohon kurma maka pohon kurma itu diriwayatkan sangat sedih dan menangis krn ia telah ditinggalkan sebagai alat bantu Rasulullah SAW dalam menyampaikan ilmu kepada para sahabatnya.
Kejadian lain adalah ketika seorang hamba yg shalih dihampiri seekor singa yg mengaum-ngaum seakan hendak menerkamnya. Tentu saja semua orang yg melihat kejadian ini berlari ketakutan. Aneh hamba yg shalih ini sama sekali tak kelihatan merasa takut kenapa? Karena dia yakin bahwa singa juga makhluk dalam genggaman Allah dan sama-sama sedang bertasbih kepada-Nya. Seraya mengajak berbicara layak pada makhluk yg bisa diajak bicara “Mau apa kesini? Kalau tak ada kewajiban dari Allah dan hanya utk mengganggu masyarakat alangkah baik engkau pergi” maka pergilah singa itu subhanallah. Demikianlah orang yang takut hanya kepada Allah makhluk pun tunduk kepadanya.
Seperti hal ketika ada ular di halaman rumah maka bagi orang yg akhlak baik dan dia merasa tak terganggu sama sekali dia tak akan membunuh malah ditolong si ular ini utk bisa kembali ke habitat itu yg lbh baik. Kalaupun dirasa mengganggu sehingga tak ada jalan lain kecuali harus dibunuh maka ia akan membunuh dgn cara terbaik dan tak lupa disebut asma Allah. Jadilah proses membunuh ular ini sebagai ladang amal.

Betapa indah pribadi yg penuh pancaran manfaat ia bagai cahaya matahari yg menyinari kegelapan menjadikan tumbuh benih-benih bermekaran tunas-tunas merekah bunga-bunga di taman hingga menggerakkan berputar roda kehidupan. Demikianlah cahaya pribadi kita hendak mampu menyemangati siapapun bukan hanya diri kita tetapi juga orang lain dalam berbuat kebaikan dgn full limpahan energi karunia Allah Azza wa Jalla Zat yg Maha Melimpah energi-Nya subhanallah. Ingatlah hidup hanya sekali dan sebentar saja sudah sepantas kita senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini yakni menjadi seperti yg disabdakan Nabi SAW sebagai khairunnas. Sebaik-baik manusia! Insya Allah. **
sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym